PEMPUS Cairkan Rp. 3,2 M untuk 5 Koperasi Produktif


Senin, 30 November 2009 23:20
Koperasi Tekad Penerima Terbesar
Ambon, AE,-
Upaya pemerintah pusat (pempus) untuk menggenjot sector rill mulai digulirkan.  Melalui stimulus dana segar dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, eksistensi koperasi produktif bakal terjamin. Berdasarkan MoU antara Kementrian Koperasi dan UKM serta Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB) dengan Pemerintah Maluku ditetapkan, alokasi dana awal bantuan pembiayaan Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) sebesar Rp. 1,5 miliar untuk empat koperasi.
Mereka yang mendapat bantuan masing-masing koperasi adalah, KUD Pelita Makmur di Seit, KUD Kakerissa di desan Abubu, KSU Tekad di jalan Ponegoro Ambon dan Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Arkom di kecamatan Waepo, serta Koperasi Seminari Santo Wilibrodus di Tual.

KUD Pelita Makmur di desa Seith Kecamatan Leihitu Maluku Tengah (Malteng), dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 1 miliar, untuk kegiatan usaha distribusi barang konsumsi dan pelayanan kepada 652 anggota. KUD Kakerissa di desa Abubu Kecamatan Nusalam, jumlah pembiayaan sebesar Rp. 300 juta untuk kegiatan usaha perikanan dan pelayanan kepada 262 anggota nelayan.

KSU Tekad di jalan Ponegoro Kecamatan Sirimau kota Ambon, dengan jumlah pembiayaan sebesar 1,5 miliar untuk pengembangan usaha simpan pinjam dan pelayanan kepada 250 anggota dan nasabah. Serta Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Arkom di desa Waenetat kecamatan Waeapo Kabupaten Buru dan Koperasi Seminari santo Wilibrodus di Tual Kabupaten Maluku Tenggara yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp. 200 juta. Dengan begitu, Koperasi Tekad pimpinan Paulus Untayana SE merupakan koperasi penerima terbesar.

Pemberian bantuan kepada lima koperasi itu, telah dilakukan dalam bentuk penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di kantor Gubernur Lantai II kemarin(23/11). MoU tersebut ditandatangani langsung oleh perwakilan Kementrian Koperasi, Direktur LPDB Fajar Sofyar dan GUberbur Maluku, Karel albert Ralahalu dari Kementrian Koperasi RI dan Kadis Koperasi dan UKM Maluku, Ir Romelus Far-Far Msi.

Dalam arahannya Gubernur mengatakan bantuan yang diberikan ini sebagai wujud nyata perhatian Pempus terhadap koperasi di Maluku yang usahanya layak, tetapi belum memenuhi kriteria perbankan umum. “Bantuan ini juga merupakan upaya memperkuat kemampuan koperasi simpan pinjam agar dapat memberikan layanan pembiayaan secara mandiri bagi usaha mikro serta meningkatkan kemampuan para siswa / santri yang dibina oleh lembaga pendidikan keagamaan,”tandasnya.

Dengan modal usaha koperasi ini, gubernur berharap dapat meningkatkan kegiatan usahanya guna melayani anggota dan masyarakat, terutama dalam mengurangi kemiskinan dan penyediaan lapangan pekerjaan, serta mampu mengembangkan potensi ekonomi local. Senada dengan itu, Direktur LPDB Fajar Sofyan mengatakan, “Bantuan dana bergulir yang diberikan kementrian Koperasi dan UKM tersebut diharapkan bias dikelola dengan baik, agar bias memberikan dorongan positif bagi usaha yang dijalankan.

Dikatakan, bantuan dana yang diperuntukkan bagi pengembangan usaha kecil dan koperasi terus digulirkan pemerintah pusat. Sebelumnya dalam kurun waktu 2000-2007 besaran bantuan yang dicairkan pempus mancapai Rp. 171 miliar bagi pengembangan koperasi diseluruh Indonesia, sementara untuk Maluku sudah mencapai Rp. 62 miliar. “Anggaran ini terus berkembang sesuai besaran yang diminta. Kini sudah digulirkan, dan diharapkan bias optimalkan masyarakat,” harap Sofyar. (M1/IQI)

Sumber : Ambon Ekspres

Lembaga Pengelola Dana Bergulir - KUMKM

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 - Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Copyrights © 2014. LPDB. All Rights Reserved