Kemenkop: Gunakan Medsos untuk Tingkatkan Usaha

Kementerian Koperasi dan UKM menyampaikan rasa prihatin atas penyalahgunaan media sosial dewasa ini. Orang cenderung menggunakan medsos untuk hal negatif, seperti melakukan suatu tindak kejahatan hack, menyebarkan berita hoax, maupun membully.

“Mengapa tidak dimanfaatkan untuk keperluan usaha, bagaimana misalnya UKM kita bisa meningkatkan kinerja penjualan produknya,” ungkap Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharram dalam acara Workshop UKM di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Workshop ini digagas oleh Humas Kemenkop UKM dengan turut dihadiri Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM I Wayan Dipta, Kepala Biro Umum Kemenkop UKM Herdiyanto, Founder & CEO @GDILab PT Generasi Digital International Billy Boen, serta 500 pelaku UKM.

Agus mengatakan banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan memanfaatkan sosmed dalam mengembangkan usaha. UKM tak lagi butuh ruang yang besar untuk memajang produknya, efisiensi, jangkauan pemasaran bisa mendunia, waktu tidak terbatas, serta tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak.

“Nah netizen bisa melakukan bisnis dalam waktu-waktu tertentu tanpa ada hambatan ruang dan jarak,” katanya.

Oleh karena itu, Agus berharap para pelaku UKM di Indonesia sudah mulai melangkah mempromosikan dan menjual produknya melalui medsos agar tidak tergilas zaman. Namun, ada beberapa hal yang harus dimiliki UKM dalam melakoni dunia medsos, yakni menjaga sikap dan perilaku dalam bermedsos, memanfaatkan medsos untuk membaca peluang usaha, dan memiliki skill dalam berbisnis.

“Yang tak kalah penting adalah ciptakan brand dan merek produk yang mudah diingat. Setelah itu, UKM harus mampu menjaga kepercayaan konsumennya. Sedikit saja kesalahan, bisa menghancurkan semuanya,” lanjut Agus.

I Wayan Dipta menambahkan bahwa, pentingnya UKM dalam melindungi produknya, sebab tidak sedikit konsumen yang komplain terkait produk yang dibeli tidak sesuai ekspektasi pembeli. Meski begitu, pihaknya terus mengedukasi dan memfasilitasi UKM agar memanfaatkan medsos untuk meningkatkan penjualannya.

“Sebelum merilis produk ke pasaran, sebaiknya mengurus hak cipta dan mereknya agar tidak dijiplak pihak lain. Terutama bagi UKM dengan produk kreatifnya,” ujar Wayan.

Pembicara utama dalam workshop tersebut, Billy Boen, mengungkapkan bahwa ada perubahan perilaku konsumen saat ini, dimana 84 persen konsumen membeli barang karena medsos (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan LINE). Sayang baginya bila UKM tidak memanfaatkan medsos untuk meningkatkan penjualan produknya.

Menurut Billy, manfaat medsos diantaranya meningkatkan jangkauan dan eksposur (brand awareness), berinteraksi dengan follower (engagement), dan berikan solusi kepada follower (selling).

“Jadi, dalam medsos itu selling nomor tiga, setelah brand awareness dan engagement. Baru kemudian akan menciptakan apa yang dinamakan brand loyality,” kata Billy.

Ia pun mengutarakan apa yang harus UKM lakukan dalam bermedsos-ria untuk memasarkan produknya. Pertama, harus tahu apa yang follower suka dan tidak suka, termasuk kapan mereka membuka medsos. Kedua, harus mengetahui apa yang dikatakan follower terhadap brand produknya (brand perspective). Ketiga, harus mengetahui apa yang diposting dalam medsos, kapan soft sell, kapan hard sell (right contents).

“Keempat, mampu memenej ekspektasi follower terhadap brand produk Anda,” imbuh Billy. (Has)

http://obsessionnews.com/kemenkop-gunakan-medsos-untuk-tingkatkan-usaha/

Lembaga Pengelola Dana Bergulir - KUMKM

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 - Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Copyrights © 2014. LPDB. All Rights Reserved