Forum Diskusi Hipmikindo, LPDB-KUMKM Mendukung Perkuatan Permodalan Koperasi dan UKM di Indonesia

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan UKM (LPDB-KUMKM) Braman Setyo mendukung acara yang mampu mendongkrak kontribusi koperasi dan UKM dalam perekonomian Indonesia. Hal ini disampaikan di sela-sela acara forum discussion group (FGD) yang diadakan Himpunan Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (Hipmikindo) pada hari Rabu (24/07/19).

Braman mengatakan bahwa peningkatan koperasi dan UKM di Indonesia merupakan upaya meningkatkan perekonomian nasional dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu, LPDB-KUMKM hadir di tengah-tengah masyarakat. LPDB-KUMKM merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, yang bertugas mengelola dana bergulir guna perkuatan modal koperasi dan UKM di Indonesia.

Sesuai dengan tujuan pendiriannya yaitu membantu perkuatan permodalan koperasi dan UKM, LPDB-KUMKM merupakan lembaga yang dapat diandalkan dalam memberikan layanan pinjaman/pembiayaan kepada Koperasi UMKM, serta mampu menjadi integrator dan percepatan, pengembangan industri keuangan mikro di daerah.

Dengan skema suku bunga yang ditawarkan LPDB-KUMKM, yaitu Nawacita (sektor Pertanian, Perikanan dan Perkebunan) sebesar 4,5%, Sektor Riil (industri kreatif, manufaktur dan kerajinan) sebesar 5%, Simpan Pinjam (KSP, LKB, LKBB, BLUD) sebesar 7%, dan skema bagi hasil Pola Syariah (Koperasi Syariah, LKB Syariah, LKBB Syariah) sebesar 60:40.

Tercatat, sejak tahun 2008 hingga akhir Mei 2019, total penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM mencapai Rp9 triliun yang disalurkan kepada 4.304 mitra di seluruh Indonesia. Dana tersebut terdiri dari pembiayaan kepada UMKM melalui LKBB sebesar Rp550,04 miliar, pembiayaan kepada usaha mikro kecil (UMK) melalui koperasi simpan pinjam (KSP) atau unit simpan pinjam (USP) konvensional sebesar Rp3,61 triliun.

Pembiayaan kepada koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) melalui perbankan sebesar Rp3,35 triliun dan pembiayaan kepada usaha mikro kecil (UMK) melalui koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) atau unit jasa keuangan syariah (UJKS) mencapai Rp1,47 triliun.

Pada tahun 2019, LPDB-KUMKM menargetkan penyaluran dana bergulir hingga Rp 1,5 triliun kepada 7.500 mitra baik secara langsung maupun tidak langsung. Target itu terdiri dari Rp 975 miliar untuk pembiayaan konvensional (65 persen) dan Rp 525 miliar (35 persen) untuk pola pembiayaan syariah. Penyaluran dana bergulir ini memprioritaskan ke sektor produktif.

“Adanya forum diskusi Hipmikindo dengan LPDB-KUMKM ini diharapkan dapat memberi masukan dan semangat baru bagi pelaku usaha, serta memberi masukan kepada para pemangku kepentingan agar lebih concern dengan keberadaan dan permasalahan koperasi dan UKM di Indonesia khususnya dari segi permodalan”, kata Braman. LPDB-KUMKM mendukung program pemerintah di bidang pembiayaan untuk koperasi dan UKM sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, serta menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

LPDB-KUMKM juga menerapkan asas prudent dalam strategi penyalurannya, yakni prinsip kehati-hatian. Hal ini bertujuan untuk melindungi dana APBN yang digulirkan ke koperasi dan UKM, sehingga dana tersebut tepat penyaluran, tepat pemanfaatan, dan tepat pengembalian.

Humas LPDB-KUMKM
www.lpdb.id

Lembaga Pengelola Dana Bergulir - KUMKM

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 - Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Copyrights © 2014. LPDB. All Rights Reserved