KSPPS BMT BUS dan Anggota Optimis Dapat Survive Hadapi Covid

Rembang – KSPPS BMT Bina Ummat Sejahtera (BUS) merupakan salah satu mitra penerima dana bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) dari program pinjaman/pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM yang mendapat kelonggaran atau relaksasi pinjaman dari kebijakan Restrukturisasi Pinjaman/Pembiayaan KemenkopUKM.

Simbolis restrukturisasi pinjaman diberikan oleh Menkop UKM Teten Masduki kepada Ketua KSPPS BMT BUS Abdullah Yazid yang dilaksanakan di Lasem Kabupaten Rembang Jawa Tengah, Sabtu (4/7). Koperasi yang terbentuk dari tahun 1996 mendapat pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM sebanyak 4 (empat) kali sejak tahun 2010. Ketiga pinjaman tersebut sudah lunas dan pinjaman terakhir dengan plafond sebesar Rp40 Miliar yang cair tahun 2019 mendapat fasilitas restrukturisasi pinjaman.

Ketua KSPPS BMT BUS Abdullah Yazid mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 berdampak hampir ke seluruh usaha anggota. Jumlah anggota atau end user penerima dana bergulir LPDB-KUMKM yang terdampak Covid-19 sebesar 57,8 persen atau seujumlah Rp22,49 Miliar dari sisa outstanding pinjaman Rp38,88 Miliar. Dengan total anggota lebih dari 416.000 orang terjadi penarikan simpanan anggota yang cukup besar pada bulan Maret hingga April 2020 sebesar Rp357,70 Miliar. Penarikan dana simpanan tersebut dari Simpanan Idul Fitri, Simpanan Tabungan Sekolah, dan Simpanan Biasa.

“Dampak Covid-19 juga memberikan efek terganggunya cashflow KSPPS BMT BUS, hal ini disebabkan menurunnya omset anggota sehingga dalam pembayaran kewajiban banyak yang mengalami penundaan, serta anggota pun banyak yang menarik simpanan,” jelas Yazid.

Yazid menjelaskan, anggota rata-rata bergerak di sektor perdagangan, seperti pedagang di pasar tradisional, pedagang oleh-oleh khas Lasem dan perajin batik Lasem. Akibat pandemi, usaha anggota yang mengalami dampak paling signifikan adalah para perajin batik Lasem, terutama dari segi omset. Lasem yang merupakan sebuah kecamatan di kabupaten Rembang Jawa Tengah terkenal akan batik tulis sebagai peninggalan leluhur.

Dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan lockdown di beberapa daerah, banyak pasar serta tempat usaha anggota ditutup sehingga menyebabkan sepinya pengunjung.

“Menurunnya pemasukan yang diterima perajin batik, karena sepinya pengunjung serta diperparah dengan ditutupnya pasar tradisional guna menurunkan angka penyebaran virus corona. Lebih dari 3 (tiga) bulan ini hampir setengah dari jumlah anggota KSPPS BMT BUS menunda pembayaran angsuran ke koperasi,” papar Yazid.

Dampak Covid-19 lainnya, sebanyak 75 kantor dari total 120 kantor cabang KSPPS BMT BUS diberlakukan zona merah, sehingga ruang gerak pengelola di lapangan sangatlah terbatas. Tercatat sejak bulan April 2020 hingga saat ini, KSPPS BMT BUS tidak melakukan penyaluran pinjaman kepada anggota demi menjaga likuiditas koperasi.

Harapan Koperasi

Meskipun tidak ada pengurangan jumlah karyawan selama masa pandemi Covid-19, namun kondisi sulit ini, khususnya masalah cashflow, mempengaruhi kebijakan pembayaran gaji karyawan KSPPS BMT BUS di bulan Mei 2020, dimana pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Pengurus dan Pengelola tetap dibayarkan secara penuh. Hanya sebagian gaji dan THR pada bulan Mei tersebut dapat diambil langsung, sedangkan sebagian sisanya dalam bentuk Simpanan di masing-masing rekening Simpanan Pengelola yang dapat diambil pada bulan berikutnya.

“Dengan adanya restrukturisasi pinjaman, KSPPS BMT BUS sangat terbantu khususnya dari segi cashflow. KSPPS BMT BUS pun memberikan kelonggaran kewajiban pembayaran kepada anggota, sehingga usaha mereka dapat bertahan dan mampu melewati masa-masa sulit ini dengan optimis. Sekiranya pemerintah khususnya Kementerian Koperasi dan UKM dan LPDB-KUMKM dapat membantu permasalahan koperasi dengan memberikan bantuan pembiayaan likuiditas, pasti koperasi dapat semakin fokus membantu dan meningkatkan usaha anggotanya, terutama para pelaku usaha mikro dan kecil,” tutup Yazid.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir - KUMKM

Jl. Letjend. MT. Haryono Kav. 52-53
Jakarta 12770 - Kotak Pos 4370
Telp. 021-7901440, 7990756
Fax. 021-7989746

Copyrights © 2014. LPDB. All Rights Reserved